Jumat, 18 Maret 2016

Hal Yang Perlu Di Lakukan Suami Ke Istri

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Hal Yang Perlu Di Lakukan Suami Ke Istri

Hal Yang Perlu Di Lakukan Suami Ke Istri

Dalam kehidupan rumah tangga, suami memiliki peran penting sebagai pemimpin. Seperti yang dijelaskan oleh Rasululah bahwa dalam kehidupan rumah tangga sebagai istri dosa, yang menyalahkan suaminya. Apa istri adalah tanggung jawab suami Tanggu akhirat nanti.

Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda lakukan suami untuk istri dalam pandangan Islam:

Memperkuat iman

Pernikahan adalah perjanjian kudus dengan Allah. Dan menjadi suami yang baik adalah kewajiban. Suami ynag baik adalah suami dan istri yang dapat membimbing anak-anak mereka ke jalan Tuhan.

Istri mengajar di kehidupan sehari-hari

Sebagai seorang suami, berlaku untuk selalu shalat berjamaah. Jika bulan Ramadhan berlaku juga untuk buka puasa dan sahur bersama dengan istrinya.

Kebiasaan baik

Kebiasaan suka menyapa sebelum dan setelah pulang dari kerja adalah hal-hal sederhana yang dapat mengajarkan suami kepada istri.

Istri Memanjakan

Secara umum, wanita senang menjadi pasangan dimanjakan. Memanjakan adalah tugas seorang suami dan istri. Jika suami tidak memperhatikan atau ketidakpedulian terhadap istri, suami memiliki pemisah membangun dindidng sama dalam rumah tangga.

Lembut dengan istri

Istri adalah lembut dan istri membenci suaminya yang kasar. Dan sebagai suami dan istri harus lembut pada, mulai dari ucapan dan perilaku sementara istri memanjakan.

Mengingatkan istri

Secara umum, wanita sangat menyukai berbicara tentang orang lain. Apakah itu hal yang buruk atau hal yang baik juga. Sebagai seorang suami, Anda harus selalu menyarankan istrinya untuk menghina orang tidak mudah untuk berbicara tentang orang lain, termasuk aib keluarganya sendiri.


Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Lima Alasan Lukai Hati Istri Buat Rezeki Seret

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Lima Alasan Lukai Hati Istri Buat Rezeki Seret

Lukai Hati Istri Buat Rezeki Seret

Suami yang merupakan imam memiliki kedudukan penting keluarga. Mereka bertugas menjadi pemimpin dan memastikan kebutuhan keluarga tercukupi. Dengan kedudukan yang krusial ini, tidak jarang suami yang tidak menghargai posisi istri.
Terlebih jika istri tidak bekerja dan hanya menjadi ibu rumah tangga saja. Maka dengan dominasi finansial ini, suami kerap kali melakukan tindakan seenaknya yang dapat melukai hati istri.
Padahal menyakiti istri merupakan tindakan yang dapat menutup rezeki.  Membahagiakannya menjadi salah satu jalan pembuka pintu rezeki yang paling lebar untuk keluarga. Lantas bagaimana bisa melukai hati istri bisa buat rezeki seret?
1. Mood Istri yang Buruk Akan Menular
Jika tidak bisa mengungkapkan kepada suami tentang sakit hati yang dirasakannya, biasanya istri akan memendam perasaan kecewa tersebut. Dalam kadar yang besar, perasaan sakit hati dan kecewa ini akan memperburuk mood mereka. Perasaan negatif ini lama-lama akan semakin membesar dan berpengaruh kepada seluruh keluarga. Perasaan yang buruk akan menunda rezeki baik yang akan datang.
Untuk itu segeralah untuk memperbaiki kondisi mood istri. Sudah banyak terjadi suami yang bertengkar dengan istri selalu terhalang-halangi saat mencari rezeki. Bisa saja ban kendaraan pecah, bahkan hingga kecelakaan yang sering dialami setelah dua orang ini saling bertengkar.
2. Istri Menjadi tidak Bersyukur
Suami yang menyakiti istri baik dalam bentuk ucapan atau tindakan sebaiknya berhati-hati. Pasalnya doa mereka terhadap para suami dalam kondisi terluka ini akan segera dihijabah. Mereka juga menjadi tidak bersyukur atas apa yang sudah anda berikan kepadanya.
Bahkan terkadang suami justru didoakan tidak diberi rezeki agar menjadi lebih baik kepadanya. Karena biasanya, pria akan berubah ketika memiliki uang lebih. Sehingga tidak jarang dalam hati istri mendoakan agar suami justru tidak diberi rezeki agar kembali menjadi pribadi yang baik kepadanya.
3. Suami tidak Dilayani dengan Baik
Hal ini tentu sering dilakukan oleh istri yang hatinya dilukai. Mau tidak mau tindakan mereka mencerminkan hati yang sakit yang mereka rasakan. Hati istri yang terluka biasanya tidak ikhlas ketika melayani suaminya.
Hal ini tentu membuat suami juga menjadi tidak tenang dalam mencari nafkah. Ketika sudah lelah dengan banyak pekerjaan, mereka pun harus menghadapi istri yang muram di rumah. Akhirnya karena sama-sama berpikiran negatif, maka akan menutup kebaikan yang akan datang termasuk urusan rezeki. Suami pun menjadi tidak semangat ketika harus bekerja dengan kondisi seperti ini.
4. Suami Tidak Didukung
Tidak bisa dipungkiri perasaan sakit hati ketika disakiti suami akan berdampak terhadap tindakan istri. Salah satunya istri tidak lagi menjadi pendukung yang hebat bagi suaminya. Suami dibiarkan berjuang sendirian karena istri berpaling tidak mempedulikannya lagi. Dengan begini, suami tidak punya semangat untuk selalu bangkit lagi setiap menghadapi kesulitan.
5. Berpengaruh dalam Mendidik Anak
Istri yang tidak bahagia tidak bisa diandalkan dalam mendidik anak yang bahagia dan berguna. Kekecewaan terhadap suami akan berdampak pada perilaku mereka terhadap anak. Padahal rezeki bisa datang darimana saja, termasuk dari anak. Rezeki juga bukan hanya berupa uang, tapi juga berupa anak-anak sholeh yang menemui orangtuanya dengan wajah bahagia setiap hari.
Nah, itulah alasannya kenapa istri yang tidak bahagia bisa bikin rezeki seret. Mungkin saja diantara anda ada yang pernah mengalami hal ini. Untuk itu bersegeralah saling introspeksi diri dan minta maaf. Bukankah dia adalah satu-satunya orang yang akan menemani anda hingga tua?  Karena anak-anak anda akan lebih memilih hidup bersama dengan suami atau istrinya ketika mereka sudah berkeluarga, dan hanya ada istri yang setia menemani hingga masa tua.


Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Istri, Lakukan Lima Hal Ini Agar Rezeki Suami Berlimpah

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Istri, Lakukan Lima Hal Ini Agar Rezeki Suami Berlimpah

Istri, Lakukan Lima Hal Ini Agar Rezeki Suami Berlimpah

Pernikahan sejatinya merupakan sunnah dari Rasulullah SAW. Bagi siapa yang menjalankannya, maka ia akan mendapat pahala dari Allah SWT. Pernikahan akan menjadi pemersatu dua hati dalam sebuah ikatan yang halal dan bernilai ibadah dalam Islam.
Lebih dari itu, dalam kehidupan berumah tangga ada hak dan kewajiban yang harus dipenuhi. Suami harus memenuhi kebutuhan keluarga dengan mencari pekerjaan yang halal. Sementara istri harus bisa mengatur keuangan keluarga.
Dengan kewajiban yang demikian, istri harus bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan uang pemberian suami. Akan tetapi, tidak semua kebutuhan bisa tercukupi dengan uang tersebut. Namun tidak perlu khawatir, karena ada lima hal yang bisa dilakukan istri agar rezeki suami bertambah. Apa sajakah itu? berikut ulasan selengkapnya.
1. Berikan Orangtua dan Mertua
Hal pertama yang bisa dilakukan agar rezeki suami bertambah adalah dengan memberikan sedikit rezeki kepada orangtua dan mertua. Berikanlah sedikit rezeki walau hanya sekedar membelikan beras atau kebutuhan pokok yang lain.
Karena ternyata, dengan memberikan sedikit rezeki dari pendapatan suami akan bisa menambah keberkahan atas rezeki yang diperoleh. Akan tetapi, dengan syarat pemberian tersebut harus diketahui dan disetujui oleh sang suami.

2. Senantiasa Mengingatkan Suami untuk Memberikan Rezeki Halal pada Keluarga

Aspek selanjutnya yang bisa menambah pendapatan dan rezeki suami adalah istri harus senantiasa mengingatkan suami agar memberikan rezeki yang halal kepada keluarga mereka. Selalu berdoa kepada Tuhan agar suami mencari rezeki yang halal untuk menafkahi istri dan anaknya.
Jangan jadi istri yang justru menjerumuskan suami ke lembah dosa dengan meminta ini itu tanpa bisa disanggupi oleh suami. Pada akhirnya akan mengakibatkan suami memilih jalan yang tidak halal agar keinginan istrinya dapat terwujud. Jadilah istri yang selalu bersyukur atas pemberian dari suami.
3. Mengubah Gaya Hidup Boros
Banyak istri yang justru menghabiskan uang suami untuk membeli hal yan tidak penting. Atau mereka lebih sering membe
li makanan di luar karena malas masak di rumah sehingga harus mengeluarkan uang yang lebih banyak.
Sebagai istri yang baik, harusnya bisa menghindari gaya hidup boros karena sebenarnya perbuatan yang demikian ini tidaklah baik untuk keuangan keluarga. Ada baiknya untuk berhemat dan mengubah gaya hidup ini karena bisa menambah keberkahan rezeki keluarga.
4. Jalankan Ibadah Bersama
Sudah jelas bahwa ibadan dan ketakwaan yang dilaksanakan setiap hari itu erat hubungannya dengan keberkahan rezeki keluarga. Terlebih lagi apabila ibadah tersebut dilaksanakan bersama keluarga maka pahalanya akan berlimpah. Mulai saat ini cobalah untuk merencanakan melakukan ibadah bersama keluarga seperti shalat berjamaah, tahajud, puasa sunnah ataupun membaca Al-Qur’an bersama.
5. Hindar Pertengkaran dalam Rumah Tangga
Hal terakhir yang harus dilakukan oleh istri agar rezeki suaminya berlimpah adalah dengan menghindari pertengkaran dalam rumah tangga. Sebagai istri haruslah bisa menjadi penenang suami saat stres, bukan malah menjadi penyulut pertengkaran. Tetap jaga keharmonisan dalam kehidupan berumah tangga. Karena dengan demikian akan membuat suami menjadi lebih giat dalam bekerja.
Demikianlah ulasan mengenai lima hal yang harus dilakukan istri agar rezeki suami berlimpah. Ingatlah bahwa menjadi seorang istri itu harus senantiasa menjadi penyemangat suami dalam mencari rezeki  yang halal untuk keluarganya. Semoga bermanfaat.



Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Besaran Nafkah Untuk Anak Istri

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Besaran Nafkah Untuk Anak Istri

Besaran Nafkah Untuk Anak Istri


Agama menaruh kewajiban nafkah istri dan anak di bahu seorang suami sebagai kepala keluarga. Meskipun pada praktiknya kadang yang menjadi “kepala keluarga” lain orang dari mereka yang selama ini berkewajiban memberi nafkah. Besaran nafkah itu sendiri berbeda-beda. Ada kelas “eksekutif”, kelas “bisnis”, dan ada juga kelas “ekonomi”.
Setidaknya begitu menurut pandangan Imam Syafi’i. berbeda lagi dengan pandangan mujtahid lainnya. Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Rusyddalam Bidayatul Mujtahid menyebutkan sebagai berikut.
وأما مقدار النفقة فذهب مالك إلى أنها غيرمقدرة بالشرع وأن ذلك راجع إلى ما يقتضيه حال الزوج وحال الزوجة، وأن ذلك يختلف بحسب اختلاف الأمكنة والأزمنة والأحوال، وبه قال أبو حنيفة. وذهب الشافعي إلى أنها مقدرة: فعلى الموسر مدان، وعلى الأوسط مد ونصف، وعلى المعسر مد.
Adapun terkait ukuran nafkah, Imam Malik berpendapat bahwa kadar nafkah tidak ditentukan secara syar’i. Kadar nafkah harus merujuk pada keadaan suami dan keadaan istri yang bersangkutan. Itu pun berbeda-beda sejalan dengan perbedaan tempat, waktu, dan keadaan. Demikian pula pendapat Imam Abu Hanifah. Sedangkan Imam Syafi’i mengatakan bahwa kadar nafkah ditentukan oleh syara’.
Untuk suami dengan penghasilan tinggi, wajib menafkahi istrinya sebanyak dua mud. Untuk kelas menengah, satu setengah mud. Sementara mereka yang berpenghasilan rendah, hanya satu mud setiap harinya.
Satu mud seukuran 543 gram menurut Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah. Sementara menurut Hanafiyah, satu mud seukuran 815,39 gram.
Yang jelas dibutuhkan ialah kebijaksanaan antara suami dan istri dalam menentukan besaran nafkah sesuai kebutuhan-kebutuhan keluarganya. Begitu juga terkait kebutuhan harian lainnya seperti ongkos pendidikan dan lain sebagainya. Untuk itu, upaya mencari nafkah yang halal memiliki keutamaan yang tinggi.
Karena pada prinsipnya kesepahaman antara pihak suami maupun pihak istri ini yang perlu hadir. Terlebih dalam kondisi suami yang memiliki keterbatasan fisik? Saling menerima dalam batas yang wajar menjadi perhatian utama agar tidak ada yang dizalimi. Wallahu a‘lam.



Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Ternyata Nafkah Istri dan Uang Belanja adalah Hal yang Berbeda

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Ternyata Nafkah Istri dan Uang Belanja adalah Hal yang Berbeda

Ternyata Nafkah Istri dan Uang Belanja adalah Hal yang Berbeda

Sebagian orang menganggap bahwa nafkah yang wajib diberikan seorang suami kepada istrinya adalah uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, atau yang biasa disebut sebagai uang belanja.
Namun, tahukah anda, nafkah istri dan uang belanja adalah dua hal yang berbeda.
Inilah perbedaannya :
Uang belanja berupa uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makan, membayar rekening listrik, air, dan biaya kebutuhan hidup lainnya. Sedangkan nafkah istri adalah yang khusus diberikan suami kepada istrinya atau bisa dibilang uang jajan.
Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman:
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. (QS. An-Nisa’: 34)
Sudah menjadi kewajiban seorang suami yang harus memberi nafkah kepada istrinya berupa uang belanja dan nafkah khusus untuk istri atau uang jajan.
Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda:
“Dan mereka (para istri) mempunyai hak diberi rizki dan pakaian (nafkah) yang diwajibkan atas kamu sekalian (wahai para suami).” (HR. Muslim: 2137)
Dalam hadist ini disebutkan dua nafkah yang wajib diberikan seorang suami kepada istrinya, yaitu rizki (uang belanja) dan pakaian (nafkah istri).

Namun, Islam juga tidak memberatkan kepada para lelaki (suami) untuk selalu memberikan nafkah kepada istrinya. Para suami memang wajib memberikan nafkah pada istrinya, namun tetap sesuai dengan kemampuannya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf, Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.” (QS.al-Baqarah: 233)
Para istri juga harus memiliki sifat qana’ah dengan cara bersyukur untuk setiap rizki yang diberikan suaminya dan mengaturnya sebaik mungkin, seperti yang dinasehatkan Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam saat Hindun binti Itbah mengadu pada Rasul tentang suaminya yang kikir. Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda:
“Ambil-lah nafkah yang cukup untukmu dan anak- anakmu dengan cara yang wajar.” (HR.Bukhori:  4945)


Jadi, untuk para istri, boleh mengingatkan suaminya untuk memenuhi kewajiban nafkah istri, namun lakukan dengan cara yang wajar dan selalu bersyukurlah atas setiap nafkah yang diberikan suami. Insya Allah akan membawa berkah dalam kehidupan keluarga. Amiin.


Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!